Ustadz Anis Matta, pemimpin muda di PKS yang mungkin saja namanya tidak setenar Muhaimin Iskandar (yang melonjak populer setelah berseteru dengan Gus Dur) dalam sebuah kesempatan mengatakan :
“Saya rasa antum (kamu/kalian) tidak perlu taujih (proses dari ijtihad), visi misi sudah jelas, kita hanya tinggal menunggu takdir baik kita di 2009.” Takdir bukanlah sesuatu yang kita ciptakan, akan tetapi ia sesuatu yang kita `ikut’ ciptakan. Antara kehendak kita yang kita harapkan bertemu dengan kehendak Allah“”
Secara pribadi saya tidak mengenal ustad murah senyum ini yang goresan penanya melenakan setiap pembacanya, memicu daya pikir lebih kreatif dan analitis. Sebagai Sekjen PKS, posisi nya sangat strategis, Ghirahnya tentang yang muda yang memimpin , saya vote berguna, coba kita simak penyataanya yang banyak beredar di milis-milis, di mana banyak orang di luar PKS mengatakan 20% terlalu besar untuk PKS. Bahkan ada di jajaran pengurus di DPP PKS bilang: “Hanya keajaiban yang buat kita bisa dapat 20%, Tetapi Anis Matta menyemangati mereka dengan mengatakan:
- “Maka keajaiban itu harus kita wujudkan 2009 nanti. Bahkan, kalau 20% itu keajaiban, maka kita ingin melampaui keajaiban itu. 20% adalah angka yang harus kita lampaui akhi”.
- Kita adalah anak- anak muda. Anak-anak muda ada untuk menciptakan keajaiban, partai ini bertugas untuk ciptakan keajaiban. 20% adalah tugas sejarah
- Umar ibn Khotthob pernah mengatakan, “Setiap saya menghadapi masalah yang rumit, saya panggil anak muda”.
- SBY pernah ditanya: “Kenapa minta didukung PKS?” Jawabnya, “Saya butuh dukungan moril dari PKS” -beliau tahu, bahwa kita ini tidak bisa diharapkan untuk dukungan dana, karena PKS tidak punya duit.
Anis Matta menyitir kisah nyata:
- “Tahun `70-an presiden Korsel Park Jung He ke Aceh, dia lihat ayat Qur’an di sebelah baiturrahman: “Innallaah laa yughoyyiru maa biqoumin, hatta yughoyyiru maa bi anfusihim” Beliau bertanya, “Artinya apa?” “Tuhan tidak mengubah keadaan suatu kaum , sampai kaum itu yang mengubah keadaannya sendiri.”
- Jadilah ayat itu dicatat, kemudian dibawa ke Korsel untuk dijadikan slogan resmi pemerintah, “Tuhan tidak mengubah keadaan Korea Selatan, sampai rakyat Korea yang mengubah keadaannya sendiri.” Padahal hanya satu ayat tapi luar biasa hasilnya sekarang.
Kemudian dia menggiring visi menuju tekad, dengan menekankan kejadian penting dalam ranah politik negeri ini:
- Pendiri Republik ini adalah anak muda, hanya saja pemuda yang memulai dan melaksanakan reformasi tidak memimpin reformasi.
- Dalam politik indonesia belakangan, parpol tidak tawarkan sesuatu yang baru bagi masyarakat, sehingga Suharto bisa naik kembali menjadi presiden Indonesia yang paling dicintai rakyatnya di antara presiden-presiden republik ini yang pernah ada. Kami menyebut masa ini sebagai kepemimpinan nasional yang disconnecting dengan bangsanya sendiri. Maka kami tegaskan, bahwa 20% ini bukanlah angka, tetapi simbol dari tekad.
Tidak lupa, Anis Matta pun meminta kader PKS untuk berpikir positif, me-reminder para kader dengan perjuangan Hasan al Banna ketika memulai dakwahnya di Mesir.
- Saat itu Mesir masih dijajah Inggris. Imam Syahid mengawali dengan 7 sasaran dakwah, dan poin ke-7 adalah Ustadziyatul `alam. Sebuah cita-cita besar. Bangsa yang sedang dijajah ingin menjadi guru bagi peradaban manusia. Ini menghasilkan utopia, yang mana orang-orang bersahaja saat itu percaya bahwa hal ini bisa diwujudkan, meskipun tidak pada masa mereka.
- Hampir seratus tahun kemudian, 80 tahun sekarang, Ikwanul Muslimin menjadi jama’ah yang legendaris karena cita-citanya jauh mendahului langkah kakinya. Karena orang itu dipimpin bukan oleh seorang al Banna, tetapi oleh ide-ide besar.
Masih kata Anis Matta,
- Seorang guru pernah membawa mangkuk besar kemudian diisi batu-batu besar sambil bertanya pada murid-muridnya, “Apakah mangkuk ini sudah penuh?” “Sudah,” jawab muridnya. Kemudian sang guru mengisi mangkuk itu dengan pasir, dan pasir itu memenuhi sela antara batu-batu besar, kemudian sang guru kembali bertanya, “Sudah penuhkah mangkuk ini?” Kali ini murid terpecah menjadi dua, ada yang bilang sudah, ada yang bilang belum, meskipun tidak tahu dimana belumnya. Kemudian guru itu menyiramkan air kedalam mangkuk, dan air itupun membasahi pasir dan memenuhi mangkuk itu sekali lagi.Kemudian guru itu mengambil mangkuk yang baru, dan diisinya dengan pasir, sejenak kemudian ia berkata, “Apakah mangkuk ini masih muat untuk batu2 besar ini?” Spontan para murid mengatakan, “Tidak.”
- Maka seperti itulah kepala kita, jika kita isi dengan hal-hal yang kecil, maka ia tidak akan pernah sanggup diisi oleh ide-ide besar. “Fikirkanlah ide-ide besar, maka hal yang kecil akan termuat dengan sendirinya.”
PKS adalah simbol dari ide-ide besar dan kinerja-kinerja besar. PKS berani mengatakan:
- Soekarno mampu memimpin bangsa ini 20 tahun. Kenapa? Karena legendaris, berfikir tidak seperti orang lain berfikir, Soekarno memikirkan revolusi.
- Soeharto 32 tahun? Kenapa? Karena ide besar itu bernama pembangunan.
- Kenapa para Presiden republik ini yang menjabat setelah reformasi hanya bertahan 12-16 bulan? Karena mereka berfikiran pendek dan tak ada “narasi besar” dalam fikiran mereka.
- Penafsiran tunggal bahwa reformasi adalah antitesis dari orde baru adalah kesalahan. Orde Lama dan baru memiliki kekurangan, sebagaimana mereka juga memiliki kebaikan.
PKS adalah matchmaker karena PKS mensintesa kebaikan-kebaikan periode sebelum reformasi. Kita mensintesa demokrasi dan kesejahteraan. Demokrasi Orde Lama yang mengeliminsai kesejahteraan, dan kesejahteraan Orde Baru yang mengeliminasi demokrasi. Jika PKS bisa mewujudkan sintesa ini, maka :
PKS adalah Masa Depan.
Kenapa PKS masa depan, begini menurut Anis Matta:
- PKS menggabungkan Orde Lama yang adil tapi tidak makmur, dan Orde Baru yang sejahtera tetapi tidak demokratis. Maka nama partai ini dalah Partai Keadilan Sejahtera. Jika sekarang kita membuat program “PKS Mendengar,” sudah saatnya kita memulai ujung dari program ini, yaitu “PKS Bicara”
- Kenapa reformasi jalan di tempat? Karena semua orang yang punya potensi tidak tahu dimana tempatnya. KPK anggarannya 78 M setahun, tapi uang yang dikembalikan ke pemerintah dari korupsi setahun 24 M. Kasus BI adalah uang 100 M, tetapi anggaran untuk mengembalikan kepercayaan pasar dan menstabilkan pasar akibat skandal itu yang harus dikeluarkan BI adalah 5,5 M $. Padahal 100 M itu hanya 10 juta $ paling banyak. Ini cara membunuh nyamuk dengan meriam.
- Kita selalu menjadi yang pertama di tempat bencana, tapi sendirian di sana tidaklah cukup, kita harus menjadi unsur perekat yang membuat seluruh warga Indonesia peduli, itu baru cukup. Berkumpul tanpa dipimpin itu seperti kita hadir dalam sebuah dauroh, tempat sudah penuh, tapi tidak ada yang membuka dan memimpin acara, ada yang dikerjakan bersama, semua hanya datang dan berbicara di antara mereka tentang kebaikan dan kerja bersama. Perkumpulan tersebut adalah sia-sia.
- Maka matchmaker ini harus dibarengi dengan satu kemampuan lain, yaitu inovator. Inovator adalah berfikir lebih cepat. Fikiran kita mendahului langkah kita dan langkah orang lain, bahkan langkah semua orang di republik ini.
- PKS memiliki semua yang dibutuhkan masyarakat; massa besar, tertib, santun, militansi, visi misi, kesetiaan, ketaatan, semua. PKS akan menjadi inovator hingga nanti di republik ini masyarakat non-muslim akan mengatakan: “Perbedaan agama sudah tidak relevan sekarang,” dan masyarakat Muslim akan mengatakan: “Memang andalah yang menampilkan wajah Islam dengan benar.”
Di Afrika, semua rusa bangun di pagi hari dengan satu kesadaran, bahwa jika mereka tidak berlari lebih kencang dari singa, maka mereka akan mati dimakan. Di Afrika, semua singa bangun di pagi hari dengan satu kesadaran, bahwa jika mereka tidak berlari lebih cepat dari rusa, maka mereka akan mati kelaparan. Di Indonesia, semua petinggi partai lain bangun di pagi hari dengan satu kesadaran, bahwa jika mereka tidak berlari lebih cepat dari PKS, maka konstituen mereka akan habis, dan PKS akan menang di 2009.
Kita telah menyampaikan pesan pada mereka melalui ratusan pilkada di daerah, bahwa setiap kita menang, kita memperolehnya dengan sarana yang pas-pasan. Dan ketika mereka menang, mereka membayarnya dengan harga yang terlalu mahal. Pesan itu telah jelas di kepala mereka: “Pertarungan jangka panjang melawan PKS bukan suatu pekerjaan yang mudah.” Dalam keadaan miskin saja mereka harus setengah mati kalahkan kita”.
Lalu bagaimana jika PKS tidak lolos ET?
” Maka saya menjawab, “Jika 1999 kemarin kita tidak lolos kemudian kita membentuk PKS, maka 2004 kami akan membentuk Partai Keadilan dan Sejahtera dan Kebahagiaan, dan jika 2009 kita masih tidak lolos juga, kami akan membentuk Partai Keadilan dan Sejahtera dan Kebahagiaan dan Kehormatan.”
******
Dikutip dari pernyataan M. Anis Matta (Ketua Tim Pemenangan Pemilu Nasional), dalam Sosialisasi PEMILU Wilda WIJAYA, di Patra Jasa Semarang, 17 Februari 2008.
Dan saat ini PKS benar-benar membuktikan, bahwa mereka inovator, berani serta cerdas. PKS tidak bergeming sekalipun digempur hujatan, mencuri ‘pahlawan’……
Saya juga bingung, sejak saya SD KH. Ahmad Dahlan adalah pahlawan nasional tetapi setelah PKS mengangkat peran mereka kembali, tiba-tiba ada yang mengklaim bahwa mereka punya kelompok tertentu, bahkan ada wacana kepahlawanan mereka mau dipatenkan dan hanya kelompoknya saja yang boleh memakai nama besar mereka untuk tujuan politik.